Forum Pembaca KOMPAS :
Melihat Orang Kaya Berebut Bantal

Tanggal : 22 June 2008, 19:43:55 -0700
Journalist : Agus Hamonangan

Orang miskin berebut barang kebutuhan pokok merupakan pemandangan makin biasa di negeri ini. Akan tetapi, melihat orang kaya berebut bantal adalah pemandangan langka. Itulah yang terjadi di toko Debenhams, Senayan City, Jakarta, sejak Kamis (19/6) malam hingga Minggu (22/6).

Bantal yang diperebutkan tentu bukan sembarang bantal. Bantal-bantal itu punya keistimewaan, empuk dan nyaman bagi kepala. Tentu saja itu barang impor bermerek terkenal dari Florence sampai King Koil.

Menurut seorang staf penjualan Debenhams yang sabar melayani pertanyaan dan permintaan pembeli, harga normal bantal warna putih tulang itu mencapai Rp 700.000 per buah. Dalam Pesta Diskon Tengah Malam Senayan City pada 19-22 Juni, bantal itu dijual sekitar Rp 350.000 per buah.

Bantal Lorence yang empuk dan bisa dicuci di mesin cuci harga normalnya Rp 300.000-an per buah, tengah malam itu didiskon jadi Rp 69.000. Kehebohan selalu terjadi saat staf toko mengeluarkan sekarung bantal. Pembeli, baik lelaki, perempuan, maupun anak-anak, berebut dan menarik bantal dari karung. "King Koil gitu loh bo..."  kata seorang pembeli.

Mereka tak hanya membeli dua bantal, tetapi banyak yang memborong sampai enam bantal. "Mas, jam berapa bantalnya datang lagi. Buruan dong"  tanya seorang gadis cilik kepada seorang staf toko Debenhams.

Pembeli tak hanya menyerbu bantal atau seprai, tetapi juga kemeja dan kaus lelaki. Baju perempuan, tas, dan sepatu penuh pembeli. Gerai tas merek Bonia ikut mendapat rezeki sekalipun tak memiliki banyak jenis barang yang didiskon.

Pesta Diskon Tengah Malam itu benar-benar menyedot pembelanja. Sabtu (21/6) malam menjadi puncaknya. Jalan Asia Afrika mulai Hotel Mulia hingga depan Plaza Senayan macet. Untuk mencapai Senayan City dari Asia Afrika butuh waktu sejam.

Di Senayan City, sejak Sabtu pukul 21.00 (saat pesta diskon dimulai hingga pukul 24.00), seluruh tempat parkir di dalam area penuh. Calon pembelanja harus parkir di tempat lain, misalnya Senayan Trade Center di seberang Senayan City, di jalanan samping pusat belanja itu, atau Jalan Asia Afrika yang kemarin malam berkurang dua lajur untuk parkir mobil.

Public Relations and Tenant Communications Manager Senayan City Sri Ayu Ningsih menjelaskan, event yang kemarin digelar adalah bagian dari Jakarta Great Sale dalam rangka ulang tahun ke-481 kota Jakarta. Selain Debenhmas, ada beberapa tenant ikut berpartisipasi.

Sebenarnya tak hanya Senayan City yang mengadakan pesta diskon hingga 80 persen, pusat belanja papan atas lain seperti Mal Taman Anggrek, Mal Pondok Indah, dan Plaza Senayan juga mengadakan pesta diskon. Rata-rata pengunjung pusat belanja tersebut naik.

Pengunjung ke Mal Taman Anggrek Minggu kemarin membeludak. Pengelola harus menjadikan jalan di sisi kanan mal tempat parkir tambahan untuk motor. Akan tetapi, kehebohan terjadi di Senayan City.

Chief Operating Officer Senayan City Leigh Regan menargetkan, penjualan barang di Senayan City naik 50 persen-100 persen. Tampaknya target itu tak meleset jauh. "Khusus di Debenhams terdapat kenaikan penjualan 50-100 persen, sedangkan untuk tenant lain 20-30 persen" kata Ayu semalam.

Nafsu belanja sebagian besar orang Indonesia memang luar biasa. Event pesta diskon seperti ini ada baiknya juga. Minimal agar orang kaya kita tak sering belanja ke Singapura yang kerap kali mengadakan pesta diskon. (SOELASTRI SOEKIRNO)


 


If you want to get regular newsletter from us, regarding tips, articles and our product, please subscribe now.


 

Find store near you