Kafein dan Tidur Sehat Anda

By Coralee Van Egmond, DC, FICAselalu mengantuk

Apa yang Anda makan dan minum, merupakan masukan penting sekaligus hambatan untuk tidur sehat Anda. Dari semua daftar makanan yang ada, yang perlu dikhawatirkan dalam konteks ini adalah kafein. Kafein ada dimana-mana. Pada setiap benua dan di setiap bangsa, makanan dan minuman yang mengandung kafein dikonsumsi dalam jumlah besar oleh orang-orang dari segala usia kecuali, sejauh ini, anak-anak kecil dan bayi. Kafein memang obat yang sangat populer. Dalam bentuk yang paling murni, warnanya putih dan rasanya pahit, substansi kristal itu-pertama kali diidentifikasi dan dimurnikan dari kopi pada tahun 1819 oleh seorang kimiawan Jerman. Bahkan, Kafein adalah istilah yang berasal dari kata Jerman untuk minum kopi, Kaffee, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi kata kafein yang kita gunakan saat ini.

Hal ini telah dipahami bahwa kafein merupakan energi-booster yang dapat menghidupkan kembali orang lelah atau membantu kita tetap terjaga selama penelitian, bekerja atau melakukan tugas-tugas yang lain. Telah dipahami juga bahwa kafein dapat menimbulkan iritasi, gangguan dan / atau keterlambatan tidur dan dapat menciptakan ketergantungan yang tidak sehat. Potensi kafein yang diturunkan akan menampakkan gejala pada diri anda  ketika Anda berhenti mengkonsumsi-nya. Mengurangi kafein dalam diri seseorang secara bertahap dapat selalu menyebabkan sakit kepala, bahkan terkadang menjadi parah karena pembuluh darah di otak berkembang sejalan dengan berkurangnya kafein, bahkan terkadang tingkat energi menurun dan bahkan mengalami depresi feeling.1

Sedangkan kafein dalam dosis besar bisa menjadi ketergantungan yang sangat beracun bagi tubuh dan ini dianggap sebagai kondisi serius, sama seperti reaksi obat, kafein dalam kopi dan produk umum lainnya dianggap oleh kebanyakan orang menjadi substansi yang ringan, dan dapat  diterima secara umum, serta stimulan. Orangtua khususnya harus memperhatikan apa yang dikonsumsi anak-anak saat mereka minum minuman tersebut, termasuk cola dan susu coklat. Hal ini terutama berpengaruh pada tidur mereka dan kinerja sekolah yang buruk serta masalah perilaku sehari-hari.

Anda dapat merasakan mengapa tubuh Anda mungkin terpengaruh oleh kafein dalam jangka pendek, terutama jika Anda kekurangan tidur dan perlu tetap aktif. Penerimaan Kafein blok adenosin membuat Anda merasa selalu waspada. Ini seperti menyuntikkan adrenalin ke dalam sistem untuk memberikan dorongan dan memanipulasi produksi dopamin untuk membuat Anda merasa baik. Masalah dengan kafein adalah pengaruh jangka panjang, yang cenderung spiral. Sebagai contoh, sekali adrenalin habis, Anda menghadapi kelelahan dan depresi. Setelah itu apa yang akan Anda lakukan? Anda akan mengkonsumsi lebih banyak kafein untuk mendapatkan adrenalin lagi.2

Dampak kafein pada tidur hampir secara universal telah diketahui. Jika Anda minum kopi atau teh sebelum tidur, itu akan menunda jadwal tidur anda, mempersingkat waktu tidur secara keseluruhan, dan mengurangi "kedalaman" dari tidur. Kehadiran kafein dalam aliran darah dari kopi atau sarana lain dapat menyebabkan penurunan kualitas serta durasi tidur, menyebabkan gerakan tambahan selama tidur (tidur tidak tenang) dan menyebabkan terjaga/terbangun sepanjang malam. Kafein juga memiliki dampak pada suhu tubuh saat tidur, mungkin mengganggu siklus alami dari perubahan suhu yang menyertai berbagai siklus tidur.

Dampak kafein pada mimpi dimana untuk bermimpi dibutuhkan suatu ketenangan, tidur restoratif, masih kurang jelas apakah ada hubungannya antara mimpi dengan kafein, tetapi hal ini sedang diteliti dan menjadi perhatian.. Proses ini membutuhkan waktu sekitar enam jam bagi tubuh untuk memproses kafein yang terkandung dalam secangkir kopi berukuran sedang. Ini merupakan petunjuk penting bagi mereka yang ingin menghindari komplikasi tidur secara meluas dan dengan benar berkaitan dengan konsumsi kopi. Bahkan, ada baiknya jika memiliki rencana memantau kafein untuk diri sendiri dan keluarga anda yang berusaha untuk mengukur kuantitas  ketika kafein dikonsumsi, ini adalah cara yang baik untuk mulai menyadari dan membatasi konsumsi kafein bila diperlukan.

Kopi adalah sebagai “perantara” asupan kafein ke dalam tubuh yang paling umum. "kopi" istilah asal-usul dalam bahasa Arab, yang mencerminkan awal penggunaan kopi sebagai minuman di Timur Tengah. Orang-orang tua jaman itu menceritakan seorang gembala di Ethiopia yang melihat kambing nya berperilaku dengan energi yang tidak biasa setelah mereka makan dari buah dari tanaman kopi primitif. Ini sebuah transisi, dimulai dari stimulan kambing ke minuman panas yang paling populer di dunia termasuk menyebar ke Eropa melalui Arab dan Turki dari Afrika utara-timur, di mana pohon kopi yang dibudidayakan di abad ke-6. Kopi mulai populer di Eropa pada abad ke-17. Dengan perkebunan abad ke-18 telah didirikan di Afrika, Indonesia, Amerika Selatan dan Hindia Barat.

Kafein hadir dalam semua jenis biji kopi, meskipun konten akan berbeda sebanyak 50 persen. Kopi Arabika, yang diproduksi di sebagian besar di Amerika Selatan, memiliki sekitar 1% kafein. The Robusta kuat kacang, sebagian besar tumbuh di Indonesia dan Afrika, mengandung sekitar 2% kafein.

Kafein juga ditemukan pada teh. Pertama kali diisolasi dari daun teh pada tahun 1827 dan bernama "theine" karena dipercaya sebagai senyawa khas yang berbeda dari kafein dalam kopi, yang sekarang sudah terbukti berbeda. Kafein adalah kafein. Daun teh mengandung sekitar 3,5% kafein, tetapi secangkir teh biasanya mengandung sedikit kafein bila dibandingkan dengan secangkir kopi karena cara pembuatannya (proses preparation) yang berbeda. Ada perdebatan besar tapi tidak banyak analisis pasti tentang jenis teh yang memiliki besar atau sedikit kafein, dan antara teh hijau dibandingkan dengan teh hitam terjadi perdebatan terus sampai hasil tersebut masuk teh Herbal Namun, Herbal Tea tampaknya menawarkan berbagai alternatif yang benar-benar bebas kafein, sebuah fakta yang terlihat,  apa yang produsen mereka lakukan dalam memasarkan merek teh masing-masing. Kafein juga hadir dalam tanaman cacao/cokelat dan karenanya hampir semua produk cokelat mengandung kafein. Hal ini juga ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil di cola atau kacang kola yang digunakan untuk membuat berbagai macam minuman ringan.

Di Amerika Serikat, kandungan kafein dalam secangkir kopi rata-rata sekitar 75 mg, tetapi bervariasi sesuai dengan ukuran cup, metode persiapan, dan jumlah kopi yang digunakan. Di Amerika Selatan, Eropa dan sebagian besar Asia, dimana proses persiapan berbeda bahwa kopi lebih banyak digunakan dan cangkir sering disiapkan secara individual, kandungan kafein bisa agak lebih tinggi. Kebanyakan produk kopi instan mengandung lebih sedikit kafein (65'mg rata-rata) dan secangkir kopi yang dibuat dengan metode tetes mengandung lebih banyak kafein (rata-rata 110 mg). Cangkir teh rata-rata sekitar 30 mg, namun kisaran-nya juga besar, dari 10 sampai 90 mg.

Rata-rata 2/3 dari konsumsi miuman ringan di dunia mengandung kafein.  Yang paling menonjol adalah beragam minuman cola yang rata-rata mengandung sekitar 35 mg kafein per 280 ml. Fitur utama dari bahan pembuat minuman Cola adalah Kafein karena hanya sekitar 5% dari kafein datang secara alami dari biji cola yang digunakan dalam pabrik mereka, dengan sisanya akan ditambahkan dari zat yang diperoleh dari ekstraksi dalam proses dekafeinasi kopi dan teh. Rasa coklat produk susu hanya memiliki sejumlah kecil kafein tetapi secangkir cokelat panas mungkin mengandung sekitar 4 mg kafein. Cokelat dapat berisi antara 5 sampai 60 mg, per 50 gram produk, meningkat sesuai dengan kualitas cokelat. Kafein adalah sebuah unsur tertentu di atas meja dan  diresepkan sebagai penghilang rasa sakit, unsur/isi yang tepat yang sangat bervariasi. Ini adalah bahan utama non-resep "stay-awake" pil (100-200 mg).

Kopi biasa diminum oleh orang lanjut usia, minuman untuk orang dewasa. Berkat hadirnya gerai ritel high-profil, dari Starbucks sampai McDonalds,di mana kopi tradisional masih tersedia, tetapi saat ini banyak tersedia kopi yang sudah ditambahkan pemanis, caramel, susu dan lain-lain yang disuguhkan  panas dan dingin sehingga menarik konsumen muda dengan harga yang sangat mahal. Produk kopi yang dihilangkan kafeinnya tentunya mengurangi jumlah kafein, tetapi mereka juga memiliki masalah kesehatan yang mungkin terjadi yang terkait dengan konsumsi mereka, termasuk dicurigai sebagai penyebab kanker,. Dari beberapa bahan kimia yang digunakan dalam proses dekafeinasi, kemungkinan hubungan antara kopi tanpa kafein dan kanker sedang diselidiki. Intinya, kopi tanpa kafein  masih memiliki unsur kafein di dalamnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kafein juga menjadi salah satu unsur dalam produk sabun dan shampo atas dasar pemikiran bahwa kafein akan diserap melalui kulit dari produk yang digunakan dalam proses mandi atau shower. Sedangkan data mengenai kafein belum dipublikasikan untuk menunjukkan bahwa ini adalah sebuah kasus, daya tarik kafein di pasar terus terbuka dan semakin agresif dimanfaatkan sehingga dalam segala hal. Dalam hal ini pembeli diharapkan berhati-hati.

Caffeine content of food items and OTC preparations3

Kandungan kafein dari berbagai makanan dan obat-obatan adalah sebagai berikut:

  • Kopi seduh, per cangkir 8-oz: 135-150 mg
  • Instan kopi, per cangkir 8-oz: 95 mg
  • Bubuk minuman cappuccino, per cangkir 8-oz: 45-60 mg
  • Teh seduh dari daun atau teabag, per cangkir 8-oz: 50 mg
  • Es teh, 8-oz: 25-45 mg
  • Mountain Dew, 8-oz per gelas: 38 mg
  • Dr Pepper, 8-oz, per gelas: 28 mg
  • Diet cola, per gelas 8-oz: 31 mg
  • Root bir, per gelas 8-oz: 16 mg
  • Kopi es krim, 8-oz per serving: 60-85 mg
  • Kopi yogurt, 8-oz per servingi: 45 mg.
  • Dark chocolate candy bar, 1.5 oz: 31 mg
  • NoDoz (stay-awake pills) reguler, 1 tablet: 100 mg
  • NoDoz, (stay-awake pills) maximum, 1 tablet: 200 mg
  • Excedrin (obat sakit kepala), 2 tablet: 130 mg


 1    Griffiths, R. R., and A. L. Chausmer. "Caffeine as a Model Drug of Dependence: Recent Developments in Understanding Caffeine Withdrawal, the Caffeine Dependence Syndrome, and Caffeine Negative Reinforcement." Nihon Shinkei Seishin Yakurigaku Zasshi 20 (November 2000): 223-231.

 2    Brain, Marshall, Bryant, Charles, "How Caffeine Works," http://health.howstuffworks.com/caffeine4.htm
 3    "Caffeine Related Disorders," Encyclopedia of Mental Disorders, http://www.minddisorders.com/Br-Del/Caffeine-related-disorders.html


komprehensif terhadap riset tentang tidur dengan tujuan membuat penemuan-penemuan tersebut tersedia bagi para praktisi chiropractic di seluruh dunia. Kami juga percaya bahwa peninjauan terhadap kondisi riset tidur yang sedang kami lakukan ini akan menunjukkan area-area yang memerlukan studi tambahan, dan dengan kerja sama dari institusi edukasi afiliasi kami serta dengan dukungan dari rekan produk perlengkapan tidur kami King Koil Indonesia, kami berharap bisa membantu mengisi celah-celah dalam ilmu pengetahuan tentang tidur.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi International Chiropractors Association di chiro@chiropractic.org, telepon 01-703-528-5000 atau hubungi King Koil Indonesia.


 


If you want to get regular newsletter from us, regarding tips, articles and our product, please subscribe now.


 

Find store near you