Masalah Tidur dan Kesehatan Mendapatkan Perhatian Baru dan Urgen dari Komunitas Ilmiah

 

Walaupun tidur sudah dianggap sebagai bagian penting dalam rutinitas sehari-hari yang normal, kontribusi vital dari jumlah tidur sehat yang tepat bagi kondisi kesejahteraan individu dari berbagai usia semakin menjadi perhatian berkat gelombang studi riset di seluruh dunia. Kurangnya tidur sehat bisa mengakibatkan berbagai konsekuensi kesehatan serius, dan profesional perawatan kesehatan dan konsumen sama-sama mulai sadar akan perlunya memberikan perhatian yang lebih mendalam terhadap ilmu tentang tidur sehat dan pola kebiasaan pribadi yang bisa mendukung fungsi kesehatan vital ini dengan lebih baik.
Tidur serta proses perbaikan dan perkembangan fisiologis, biokimiawi dan psikologis yang terjadi selama tidur sangat vital bagi kesehatan dan pertumbuhan setiap individu. Pengikisan fungsi tersebut akan berdampak pada setiap aspek kehidupan seseorang, termasuk kinerja fisik dan mental, pertahanan terhadap penyakit, kemampuan berinteraksi secara positif dengan orang lain, dan lain sebagainya. Setiap komponen masyarakat bisa sangat terganggu oleh kurangnya tidur.
"Jika tidur tidak memegang fungsi vital yang mutlak, maka itu adalah kesalahan terbesar yang pernah dibuat oleh proses evolusioner," kata Allan Rechtschaffen, pelopor terkemuka dalam bidang penelitian tentang tidur. "Studi tentang tidur dan kekurangan tidur menunjukkan bahwa fungsi tidur mencakup pemulihan level sistem sel, jaringan dan endokrin, konservasi energi dan adaptasi ekologis, serta peran dalam proses pembelajaran dan plastisitas sinaptik." Dalam istilah yang lebih mudah dimengerti, ini berarti kekurangan tidur sehat berdampak pada setiap fungsi dan setiap sistem dalam tubuh, dan dunia saat ini membuat pemeliharaan level tidur sehat semakin sulit dilakukan.

Walaupun tidur sudah dianggap sebagai bagian penting dalam rutinitas sehari-hari yang normal, kontribusi vital dari jumlah tidur sehat yang tepat bagi kondisi kesejahteraan individu dari berbagai usia semakin menjadi perhatian berkat gelombang studi riset di seluruh dunia. Kurangnya tidur sehat bisa mengakibatkan berbagai konsekuensi kesehatan serius, dan profesional perawatan kesehatan dan konsumen sama-sama mulai sadar akan perlunya memberikan perhatian yang lebih mendalam terhadap ilmu tentang tidur sehat dan pola kebiasaan pribadi yang bisa mendukung fungsi kesehatan vital ini dengan lebih baik.

Tidur serta proses perbaikan dan perkembangan fisiologis, biokimiawi dan psikologis yang terjadi selama tidur sangat vital bagi kesehatan dan pertumbuhan setiap individu. Pengikisan fungsi tersebut akan berdampak pada setiap aspek kehidupan seseorang, termasuk kinerja fisik dan mental, pertahanan terhadap penyakit, kemampuan berinteraksi secara positif dengan orang lain, dan lain sebagainya. Setiap komponen masyarakat bisa sangat terganggu oleh kurangnya tidur.

"Jika tidur tidak memegang fungsi vital yang mutlak, maka itu adalah kesalahan terbesar yang pernah dibuat oleh proses evolusioner," kata Allan Rechtschaffen, pelopor terkemuka dalam bidang penelitian tentang tidur. "Studi tentang tidur dan kekurangan tidur menunjukkan bahwa fungsi tidur mencakup pemulihan level sistem sel, jaringan dan endokrin, konservasi energi dan adaptasi ekologis, serta peran dalam proses pembelajaran dan plastisitas sinaptik." Dalam istilah yang lebih mudah dimengerti, ini berarti kekurangan tidur sehat berdampak pada setiap fungsi dan setiap sistem dalam tubuh, dan dunia saat ini membuat pemeliharaan level tidur sehat semakin sulit dilakukan.

MASALAH PADA ANAK-ANAK: Komunitas riset di seluruh dunia menghasilkan penemuan-penemuan baru yang dramatis, walaupun dalam banyak kasus mereka memvalidasi, menurut metode ilmiah yang ketat, hal-hal yang sudah kami curigai. Dalam studi yang baru-baru ini dipublikasikan, para peneliti pediatrik berhasil membuktikan hubungan klinis antara masalah tidur pada anak-anak dan masalah perilaku yang signifikan. Dalam makalah berjudul "Tidur Terkait dengan Perilaku Anak-Anak Pengidap Gangguan Spektrum Autisme: Studi Jaringan Pengobatan Autisme (ATN)" yang ditulis oleh trio peneliti ternama, Suzanne Goldman, Beth Malow dan Daniel Coury,1 1056 anak-anak, berusia 3-18 tahun diteliti untuk mengevaluasi kualitas dan kuantitas tidur dan memetakan isu dan masalah tidur spesifik. Penulis studi ini menyatakan:

"Penemuan kami mendukung hipotesis bahwa faktor tidur berhubungan dengan perilaku di siang hari yang bermasalah pada anak-anak pengidap Gangguan Spektrum Autisme yang terdefinisi dengan jelas. Dengan menggunakan korelasi dan koefisien potong yang terdefinisi dengan ketat, kami menunjukkan bahwa domain perilaku gangguan afektif dan kegelisahan berhubungan dengan tidur yang bermasalah." Dalam istilah yang lebih mudah dimengerti, kekurangan tidur atau tidur yang terganggu atau “perilaku tidur yang tak sehat” menyebabkan masalah sesungguhnya pada kaum muda

KURANG TIDUR DAN KECELAKAAN SERIUS: Ketiduran saat berkendara adalah masalah yang paling merugikan dan menggenaskan di jalan raya Amerika Serikat dan Eropa.2 Kecelakaan di tempat kerja akibat kurang tidur lazim terjadi dan merusak industri. Peran kekurangan tidur sering diabaikan dalam terjadinya kesalahan kerja. Kesalahan manusia akibat fungsi kognitif yang terganggu yang disebabkan oleh tidak tidur dalam periode lama telah mengakibatkan kecelakan yang membawa bencana besar, seperti tumpahan minyak Exxon Valdez.

Ling-Ling Tsai, PhD dari National Chung-Cheng University di Taiwan, dan rekan-rekan melaporkan bahwa pemantauan kesalahan yang terganggu akibat kurang tidur bisa menyebabkan konsekuensi berbahaya jika kesalahan kritis tidak diperbaiki.

"Banyak kecelakaan tragis akibat kesalahan manusia yang disebabkan oleh tidak hanya satu kesalahan tunggal tapi serangkaian respon yang salah," kata Dr. Tsai. "Satu kesalahan tunggal yang diikuti dengan perbaikan mungkin tidak akan membuatnya menjadi masalah besar, tapi satu kesalahan tunggal yang diikuti dengan lebih banyak kesalahan lagi akan menyebabkan konsekuensi yang signifikan. Kurang tidur selama satu malam mendukung terjadinya kondisi yang kedua."3

TIDUR DAN KESEHATAN JANTUNG: Kurang tidur telah dikaitkan dengan memburuknya tekanan darah dan kolesterol, yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Jantung akan lebih sehat jika anda tidur selama 7 sampai 9 jam setiap malam. Penumpukan kalsium dalam arteri koroner lebih mungkin terjadi pada orang yang tidak cukup tidur dibandingkan pada orang yang cukup tidur, sehingga mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung.4

OBESITAS DAN KURANG TIDUR: Perkembangan paling sensasional dalam gelombang baru riset tentang tidur mungkin adalah penemuan yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan langsung antara kekurangan tidur dengan epidemi obesitas atau kegemukan yang terjadi saat ini di negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam lebih mungkin  menderita kelebihan berat badan atau obesitas. Kurang tidur ditemukan berdampak pada keseimbangan hormon dalam tubuh yang mempengaruhi napsu makan. Produksi normal hormon ghrelin dan leptin, yang berperan penting dalam mengatur napsu makan, telah ditemukan terganggu oleh kurangnya tidur.5

"Meningkatnya segmen populasi yang mengalami masalah tidur serius telah mengkhawatirkan pada berbagai level, terutama karena tersedianya langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh orang-orang dari berbagai usia untuk mendapatkan tidur yang sehat," kata Coralee Van Egmond, DC, FICA, Direktur Pengembangan Profesional dari International Chiropractors Association (ICA).

ICA (Asosiasi Chiropractor Internasional), suatu perkumpulan profesional chiropractic internasional dengan anggota di  51 negara, dan King Koil Sleep Systems, sebuah perusahaan manufaktur perlengkapan tidur internasional yang bergengsi, mengadakan kerja sama erat untuk meneliti dasar-dasar terbaik bagi tidur sehat. "International Chiropractors Association telah bekerja sama dengan King Koil selama puluhan tahun untuk merekayasa dan merancang penopang tulang belakang yang optimal untuk orang-orang dalam berbagai ukuran yang tidur dalam berbagai posisi," kata Dr. Van Egmond. "Kami percaya bahwa profesi chiropractic sangat tepat untuk memberikan kontribusi dalam rancangan penting ini dan juga untuk memberikan konsultasi dan nasihat tidur sehat, serta perawatan klinis jika dibutuhkan, bagi konsumen dari berbagai usia." Penopang tulang belakang dan permukaan serta kondisi tidur yang tepat telah menjadi subjek penelitian intensif yang dilakukan oleh International Chiropractors Association, dan hasil temuan studi tersebut sudah diaplikasikan pada rancangan sistem tidur oleh King Koil.

Saat ini, International Chiropractors Association sedang melakukan tinjauan komprehensif terhadap riset tentang tidur dengan tujuan membuat penemuan-penemuan tersebut tersedia bagi para praktisi chiropractic di seluruh dunia. "Kami juga percaya bahwa peninjauan terhadap kondisi riset tidur yang sedang kami lakukan ini akan menunjukkan area-area yang perlu diteliti, dan dengan kerja sama dari institusi edukasi afiliasi kami serta dengan dukungan dari rekan produk perlengkapan tidur kami King Koil, kami berharap bisa membantu mengisi celah-celah dalam ilmu pengetahuan tentang tidur," kata Dr. Van Egmond.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang tidur, chiropractic dan kesehatan anda, hubungi International Chiropractors Association chiro@chiropractic.org, kunjungi situs web www.chiropractic.org atau kunjungi chiropractor setempat.

  1. Sleep Is Associated with Behavior in Children with Autism Spectrum Disorder: An Autism Treatment Network (ATN) Study, Suzanne Goldman, Beth Malow, Daniel Coury, ATN Sleep Committee. Vanderbilt University, Nashville, TN; Nationwide Childrens Hospital, Columbus, OH. May 2, 2010.
  2. Igor Radun, Jenni E. Radun, Department of Psychology, University of Helsinki, Helsinki, Finland, Chronobiology International, Volume 23, Issue 5 August 2006 , pages 1053 - 1064.
  3. "Just one night of sleep deprivation greatly hinders the ability to detect and correct errors," Sleep, Associated Professional Sleep Societies, 06/01/2005.
  4. Diane S. Lauderdale, Kristen L. Knutson, Lijing L. Yan, Paul J. Rathouz, Stephen B. Hulley, Steve Sidney, and Kiang Liu, Objectively Measured Sleep Characteristics among Early-Middle-Aged Adults: The CARDIA Study, Am. J. Epidemiol., 1 July 2006; 164: 5 -16. Christopher Ryan King, BS; Kristen L Knutson, PhD; Paul J. Rathouz, PhD^ Steve Sidney, MD, MPH; Kiang Liu, PhD; Diane S. Lauderdale, PhD, Short Sleep Duration and Incident Coronary Artery Calcification, Journal of the American Medical Association (JAMA) 2008;300(24):2859-2866.
  5. Shahrad Taheri, Ling Lin, Diane Austin, Terry Young, Emmanuel Mignot, Short Sleep Duration Is Associated with Reduced Leptin, Elevated Ghrelin, and Increased Body Mass Index, Howard Hughes Medical Institute, Stanford University, Palo Alto, California, United States of America, 2 Department of Population Health Sciences, University of Wisconsin, Madison, Wisconsin, United States of America.

komprehensif terhadap riset tentang tidur dengan tujuan membuat penemuan-penemuan tersebut tersedia bagi para praktisi chiropractic di seluruh dunia. Kami juga percaya bahwa peninjauan terhadap kondisi riset tidur yang sedang kami lakukan ini akan menunjukkan area-area yang memerlukan studi tambahan, dan dengan kerja sama dari institusi edukasi afiliasi kami serta dengan dukungan dari rekan produk perlengkapan tidur kami King Koil Indonesia, kami berharap bisa membantu mengisi celah-celah dalam ilmu pengetahuan tentang tidur.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi International Chiropractors Association di chiro@chiropractic.org, telepon 01-703-528-5000 atau hubungi King Koil Indonesia.


 


If you want to get regular newsletter from us, regarding tips, articles and our product, please subscribe now.


 

Find store near you